Minggu, 13 Agustus 2017

Novel Remaja Dulu dan Sekarang


Pada awal tahun 90-an ketika aku masih kecil, di rumah banyak novel remaja lokal. Di antaranya, Lupus, Olga, Balada si Roy, dan Anak-anak Mama Alin. Bagaimana dengan era sekarang?


Ketika membaca novel-novel remaja jaman dulu karena aku masih sangat kecil maka mereka nampak begitu keren. Tokoh-tokohnya seperti Lupus, Olga, dan Roy itu seperti gambaran remaja yang pemberani, pintar, juga agak nakal.

Diam-diam aku ingin seperti Lupus yang sejak duduk di bangku sekolah menengah menjadi kontributor majalah Hai. Olga juga tak keren dengan menjadi penyiar radio. Roy seorang pemberani dengan melakukan perjalanan seorang diri.

Untuk novel remaja impor ada banyak yang kusukai seperti kisah-kisah detektif remaja ala Nancy Drew, Trio Detektif, Lima Sekawan, dan sebagainya. Juga ada kisah gadis asrama seperti Malory Towers, para Baby Sitter dan kisah Teenlit Meg Cabot seperti Princess' Diaries dan American Girl.  Kalau yang terakhir mulai hadir pada tahun 2000-an dan memberikan warna dan inspirasi bahwa remaja cewek itu tak kalah keren dan memikat. Aku suka sosok Sam di America Girl yang agak nyentrik dan suka menggambar.

Kalau saat ini novel remaja lokal ada dalam novel Teenlit. Dulu yang beken adalah Dealova. Kalau sekarang adalah karakter Dilan dan Melia dalam Trilogi Dilan yang sebentar lagi difilmkan.

Temanya sepertinya tak jauh beda dengan novel remaja jaman dulu. Si gadis jatuh hati dengan remaja pria yang berandalan tapi baik. Ia memiliki rival lainnya yang cantik, modis atau seeorang selebriti di sekolahnya. Ceritanya usang tapi kisah-kisah seperti ini memang banyak disukai remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar