Senin, 17 Desember 2018

Ketika Manusia Musnah dan Tersisa Hanya Robot dan Hibrid


Ketika bumi mengalami dystopia, manusia pun musnah. Manusia yang tersisa memilih memindahkan dirinya dalam robot agar tetap bisa hidup. Selain para human-robot juga banyak terdapat robot yang semuanya mencoba bertahan hidup. Hingga kemudian muncul seorang anak perempuan dari kapsul waktu bertahun-tahun lalu. Siapakah dia?

Jumat, 14 Desember 2018

1 Perempuan dan 14 Laki-laki, Seperti Apa Kisahnya?


Biasanya seorang penulis memerah otak untuk membuat kisah secara sendirian dan tak ingin terdistraksi. Bagaimana jika ia mengajak penulis lainnya untuk membuat satu cerita dengan cara bergantian menulisnya?

Tentang berduet umumnya digunakan untuk bernyanyi atau memainkan alat musik. Ada juga melakukan koding dengan berpasangan. Tapi untuk menulis aku sendiri belum pernah mencoba.

Gagasan Djenar Maesa Ayu dan Agus Noor dalam membuat karya sastra dengan teknik duet ini menarik dan layak diapresiasi. Pasalnya hal ini tak mudah. Sangat tak mudah. Menulis itu pribadi dan menulis itu punya ciri unik. Tentunya sulit untuk mengalirkan gagasan kita secara bergantian dan tak ada arahan, mengalir begitu saja. Tapi nyatanya Djenar bisa dan sanggup. Meskipun kadang-kadang tak satu malam ia menyelesaikan karya duet tersebut. Empatbelas pria yang diajaknya berduet tak semuanya berlatar penulis. Ada yang presenter, pemain film, seniman tari, sutradara dan kalangan awam. Ternyata berhasil. Buktinya adalah 14 cerpen dalam satu buku ini.

Meskipun digarap oleh empat belas plus Djenar tapi ada benang merahnya. Unsur Djenar itu kuat. Ia masih suka berenang-renang pada unsur dewasa, wanita dan pria yang bebas. Orang-orang menyebutnya sastra wangi. Aku menyebutnya sastra yang anti tabu.

Ada 14 kisah di dalamnya. Djenar mengajak 14 pria dengan latar belakang berbeda. Ada JRX penulis lagu dan drummer Superman is Dead. Ada Indra Herlambang, Lukman Sardi, Sujiwo Tejo, Richard Oh, Sardono W Kusumo, dan Butet Kartaredjasa. Ia juga mengajak Romo Mudji Sutrisno, Robertus Robert, Enrico Soekarno, Nugroho Suksmanto, Totot Indrarto, dan Arya Yudistira Syuman.

Djenar berduet dengan Agus Noor membuat cerpen berjudul Kunang-Kunang dalam Bir. Ini sebuah cerita sejoli yang memilih tak menikah satu sama lain karena tak yakin bahagia meskipun mereka saling mencintai. Tapi benarkah seperti itu?

Ada kisah tentang balsem lavender yang digarapnya bersama Butet Kartaredjasa. Ini berlatar kampung yang kaum prianya suka pijat dengan balsem lavender. Ceritanya agak kocak.

Bagian cerita yang kusuka adalah RamaRaib hasil duet dengan seniman tari Sardono W. Kusumo. Unsur tarinya kuat sebelum kemudian hanyut dalam buaian kisah khas Djenar.

Unsur Djenar rasanya terlalu kuat sehingga ceritanya agak mirip-mirip. Agak disayangkan karena penulis teman duetnya punya keunikan dari latarnya.

Aku kurang suka dengan cerpen ini. Tapi aku juga mengapresiasi gagasan menulis secara duet dan bergantian.

Detail Buku:

Judul : 1 Perempuan 14 Laki-laki
Penulis : Djenar Maesa Ayu dan 14 Penulis (Sujiwo Tejo, Indra Herlambang, Lukman Sardi, Richard Oh, Jrx SID dkk)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2011
Genre : Cerpen dewasa, sastra wangi
Skor : 6.5/10