Kamis, 13 Oktober 2016

Gara-gara Topeng Kaca Kepincut Masuk Teater


Waktu masih remaja suka banget dengan manga berjudul Topeng Kaca. Manga ini berjilid-jilid dan sampai sekarang belum tamat juga. Dulu sampai manganya bersambung dan memiliki sub judul seperti Bidadari Merah, Akoya, Pertemuan Dua Hati dan sebagainya. Baru kemudian saya tahu ada versi deluxe-nya.

Versi deluxe-nya memiliki sampul yang lebih tebal dan cantik. Manganya juga lebih tebal seperti dua buku jadi satu. Harganya juga pastinya lebih mahal. Berhubung waktu itu ada diskon jadi Rp 10 ribu/buah maka saya borong kesembilan bukunya.


Dulu gara-gara suka membaca Topeng Kaca saya masuk Teater K-Ta saat SMA. Masuk teater itu menyenangkan dan bisa jadi selingan setelah seharian belajar.

Kisah Topeng Kaca berpusat pada persaingan bertahun-tahun antara Maya Kitajima dari Teater Tsukikage dan Ayumi Himekawa dari Teater Hayami. Keduanya sangat berbakat, Ayumi dibesarkan di keluarga yang dekat dengan akting sedangkan Maya lebih banyak belajar ototidak dan aktingnya lebih natural. Ia digambarkan tidak cantik, pintar dan kaya seperti Ayumi, kemampuannya hanya bisa main drama.



Maya bergabung dengan teater bu Tsukikage karena mantan pemain watak itu melihat bakatnya. Ibunya selalu menganggap akting itu bukan sesuatu yang bisa diandalkan. Ketika ia mengetahui ada harapan baginya belajar akting maka ia pun tinggal bersama bu Tsukikage dan kawan-kawannya meski kemudian teaternya dibubarkan paksa karena tak ada biaya.

Yang dimiliki bu Tsukikage hanyalah pemegang peran Bidadari Merah. Peran itu ingin dikuasai Teater Hayami dan diserahkan ke Ayumi. Tapi karena ada Maya, maka Maya  dianggap penganggu. Ada banyak cara digunakan untuk membujuk bu Tsukikage oleh penerus pemilik Teater Hayami, Masumi Hayami hingga Maya ikut membencinya. Maya sendiri sering merasa rendah diri disandingkan Ayumi dan semangatnya bangkit bersama kiriman mawar jingga dari penggemar misteriusnya.

Di sini selain ada konflik, emosi juga pertarungan akting saya juga mendapatkan kisah-kisah klasik yang menarik seperti Helen Keller yang bisu tuli, Little Women, Gina dan Lima Pundi Biru, dan sebagainya.

Saya suka sosok Maya yang bukan gadis ideal. Ia sosok yang biasa. Perubahan sosoknya dari itik buruk rupa menjadi angsa dikisahkan secara perlahan-lahan dan memikat. Oh iya Maya juga punya hubungan istimewa antara Koji yang juga suka drama dan penggemarnya yang membuatnya begitu penasaran.



Sampai saat ini manganya tak kunjung selesai Ayolah Suzue Miuchi tolonglah diselesaikan.

Detail Buku;
Judul: Topeng Kaca
Pengarang : Suzue Miuchi
Penerbit : Elex Media Komputindo
Genre : Drama
Rating : 9/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar