Senin, 03 Oktober 2016

Ungkapan Cinta Negeri Lewat Puisi


Ini buku puisi kolaborasi pertama saya dengan salah satu komunitas fiksi di Kompasiana bernama Rumpies The Club. Buku puisi ini bertemakan ulang tahun ke-70 negeri ini dengan judul lengkap Pelangi Cinta Negeri:70 Tahun Indonesiaku.



Tebakan Kalian benar even puisi ini dihelat pada Agustus setahun silam. Selama tiga hari kompasianer diajak membuat puisi tentang Indonesia, apakah peringatan ulang tahun atau tentang kondisi negeri saat ini untuk menunjukkan cinta kepada negeri ini. Total ada 87 puisi yang terlukiskan dalam 110 halaman.

Apa saja cerita yang dilukiskan dalam puisi tersebut? Kisahnya beragam dimulai dari Syafriansyah Viola yang bertanya apakah negeri ini bisa berdikari dengan warisan mental kolonial?

Jansori Andesta mengingatkan kepada pembaca bahwa perang belum usai. Masih ada yang harus selalu dilawan, yakni kebencian, ego keakuan dan syahwat yang berlebihan. Selanjutnya, Wahyu Sapta mempertanyakan kebenaran Indonesia sebagai negeri masyhur indah hijau membentang sementara kekayaan yang melimpah ruah hanya bak tontonan dan tak dinikmati rakyatnya sendiri.

Masih banyak lagi lembaran-lembaran ungkapan perasaan cinta kepada negeri sebagai pengingat masih banyak pekerjaan rumah bagi generasi saat ini untuk membenahi negeri. Gaya berpuisi di sini khas masing-masing. Banyak si antaranya yang menggunakan bahasa lugas, tapi ada juga yang tetap memperhatikan diksi sehingga bahasanya tetap berima.

Ada banyak cara mencintai negeri, salah satunya ungkapan lewat puisi.

Detail Buku:
Judul: Pelangi Cinta Negeri:70 Tahun Indonesiaku
Penulis : Kompasianer (Fitri Manalu dkk)
Penerbit: Halaman Moeka
Genre : Puisi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar