Rabu, 08 Februari 2017

Kisah Perkumpulan Pembuat Graffiti



Apakah Kalian pernah memperhatikan coretan yang terdapat di tembok atau di bawah fly over di sudut-sudut kota? Itulah yang disebut graffiti. Coretannya bukan sekedar membubuhkan nama dan sebagainya, melainkan dengan konsep dan tujuan memperindah. Rupanya graffiti adalah salah satu jenis hobi dan perkumpulannya ada banyak.

Sebagian graffiti di kota besar adalah ilegal. Tindakan ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan kucing-kucingan dengan pamong praja. Oleh karenanya para kelompok graffiti mengerjakannya saat tengah malam, saat jalanan sudah sepi.

Dalam novel berjudul The Graffiti Lover dikisahkan sebuah komunitas pecinta graffiti bernama Brantac yang beranggotakan enam orang yaitu Chandra, Didit, Gege, Anjas, Ipung dan Roni sebagai yang termuda. Mereka semua memiliki hobi unik yaitu mencorat-coret tembok. Yang bagian membuat sketsa adalah Anjas sedangkan lainnya bagian mewarnai dengan aneka pilox.

Ada kode etik di antara pecinta graffiti, yaitu dilarang menimpa graffiti yang dibuat kelompok lain. Nah, rupanya ada kelompok yang cari masalah dengan melakukannya, termasuk menimpa milik Brantac, yang membuat Didit naik pitam. Ia penasaran siapa pelakunya.

Ada berbagai hal menarik seputar kegiatan membuat graffiti yang juga disebut 'ngebom' dan kehidupan para pelakunya. Rupanya mereka seperti remaja lainnya yang gemar bersosialisasi dan juga setia kawan. Anjas akhirnya bertemu dengan pelakunya, tapi kemudian ia bernasib naas.

Cerita tentang persahabatan memang menarik dan tak lekang oleh jaman. Membaca The Graffiti Lover saya jadi teringat novel film Mengejar Matahari tapi dengan cerita yang lebih sederhana. Alurnya bisa ditebak, namun yang membuat menarik adalah gagasan tentang graffiti dimana komunitas dan sosok di baliknya jarang diungkap.

Ceritanya jadi kurang selaras ketika si penulis menyusupkan pesan-pesan agama di dalamnya, karena tabiat sebagian tokoh cerita kurang mencerminkan hal tersebut dalam kesehariannya, kecuali digambarkan tidak meninggalkan ibadah. Jadinya malah agak terkesan dipaksakan, tapi mungkin disebabkan penerbitnya adalah penerbit buku Islam, Syaamil Cipta Media, sehingga perlu memasukkan nasihat-nasihat tersebut. Di luar itu, cerita tentang persahabatan dan kisah di balik graffiti cukup menarik.

Detail Buku:
Judul : The Graffiti Lover
Penulis : Arul Khan
Penerbit : Syaamil Cipta Media, Bandung
Genre : Remaja
Rating : 7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar