Sabtu, 15 Juli 2017

Kisah-kisah Surealis dalam Kumpulan Cerpen Orang-orang Tanah


Membaca kisah-kisah karya Poppy D. Chusfani dalam "Orang-orang Tanah", membuatku merasa bergidik. Apalagi aku membacanya hingga dini hari saat suasana Jakarta telah sepi. Kisah-kisahnya bernuansa mistis dan misteri, dimana di antaranya bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Cover kumpulan cerpen yang dibuat Anne M. Oscar ini indah dengan sosok anak perempuan di dekat sebuah pohon besar menjadi sentral. Warna-warninya lembut dan indah, membuatmu seolah-olah menyangka ini dongeng anak-anak. Percayalah ini bukan buku buat anak-anak atau remaja. Buku ini lepas pas dibaca kaum dewasa.

Ada sembilan cerita dalam kumpulan cerpen. Kisah pertama "Jendela" bercerita tentang seorang anak yang dikucilkan karena ibunya seorang kupu-kupu malam. Ia tidak punya teman dan setiap anak di sana diminta orang tuanya menjauhinya. Hanya ibunya kawannya. Si Ibu menasihatinya untuk menjauh dari jendela. Si anak sendiri merasa ada sesuatu yang akan terjadi jika ia membuka jendela tersebut.

Ia selalu merasa sedih ketika ibunya nampak kelelahan. Ia dan ibunya bakal was-was dan ketakutan jika datang seorang pria berbadan besar dan pemabuk. Ia selalu merampas uang ibunya dan memukulnya. Hingga suatu saat si anak tersebut tak sanggup melihat ibunya tersiksa.

Cerita yang memikat berjudul "Pondok Paling Ujung" dimana pondok di dalam hutan tersebut mendapat tamu seorang penulis. Penulis wanita itu merasa gundah karena naskahnya sudah harus disetorkan. Ia merasa bakal bisa produktif bila mengasingkan diri.

Tapi sejurus kemudian keanehan demi keanehan terjadi. Ia juga bermimpi buruk. Ada sesuatu mengerikan di dalam dan sekitar pondok tersebut.

Cerita mistis, makhluk-makhluk aneh yang biasa hadir di mimpi buruk pun dihadirkan. Pada "Pintu Kembali" aku merasa mimpi burukku dihadirkan. Sebuah mimpi yang seolah tak kunjung berakhir. Kisah "Lelaki Tua dan Tikus" memiliki twist yang asyik. Sedangkan cerita andalan Poppy berjudul Orang-orang Tanah sayangnya kurang berhasil membuat penasaran dan agak mudah tertebak. Agak kurang mencekam dibandingkan "Pondok Paling Ujung". Orang-orang Tanah" berkisah tentang seorang anak perempuan yang rela melakukan apa saja demi merebut kembali kasih sayang ayahnya. Dan, ia berhasil mendapat pertolongan.

Favorit saya pada kumpulan cerpen ini adalah "Pintu Kembali". Saya membacanya dan mengimajinasikan kisahnya. Ada unsur kisah seperti di Goosebumps berjudul Horrorland, tapi tetap misterius dan membuat pembaca penasaran bakal seperti apa akhir kisahnya. Kisah "Pondok Paling Ujung" mengingatkanku pada film horor khas Hollywood dengan latar utama pondok. Ada sentuhan Cabin in The Wood dengan cerita yang berbeda.

Cerita-ceritanya mencekam sekaligus bikin penasaran. Aku bayangkan alangkah menariknya jika cerita-cerita dalam buku ini dibuatkan omnimbus film horor. Hantu-hantu atau sosok menyeramkan tidak banyak ditampilkan tapi nuansa dan atmosfernya akan membuatmu tegang dan merasa was-was.

Detail Buku:
Judul : Orang-orang Tanah
Penulis : Poppy D. Chusfani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2013
Desain Cover : Anne M. Oscar
Genre : Misteri, horor, thriller, surealias
Rating : Dewasa
Skor.: 8/10

2 komentar:

  1. Jadi penasaran! Masih tersedia nggak ya mbak bukunya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukunya bagus mba Elva. Aku pernah lihat bukunya ada di toko buku dan situs jualan online.

      Hapus