Sabtu, 02 Februari 2019

"Tuhan dalam Secangkir Kopi", Ketika Denny Siregar Mengritisi



Buah pikiran Denny Siregar kerap dianggap kontroversial bagi sebagian pihak. Ia berani mengritisi kondisi umat Islam saat ini. Opini-opininya terangkum dalam buku bertajuk "Tuhan dalam Secangkir Kopi". Apa saja pandangan kritis Denny dalam buku ini?

Sudah lama aku ingin membaca buku ini. Denny dikenal berani dalam menuangkan pikirannya dalam media sosial. Ia sepertinya tak peduli ada banyak pihak yang tak setuju dengannya.

Aku kemudian larut membaca buku ini Bukunya tak seperti yang kubanyakan. Ternyata buku ini berupa kumpulan kolom yang singkat dan ringan. Perkolom hanya berkisar 1-3 halaman. Alhasil buku ini bisa dijadikan kawan saat sedang menunggu ataupun saat sedang menjadi penumpang di kendaraan.

Ada beberapa hal yang dikritisi. Umumnya hal tersebut yaitu masalah keimanan, toleransi, sedekah, poligami, korban, Islam Nusantara, Ahok dan isu LGBT. Masalah keimanan yang paling banyak dibahas.

Aku akan menyarikan sedikit pemikirannya.

Dalam awal buku ada paragraf yang menohok "Orang-orang yang mengerti agamanya dengan baik akan sulit membenci orang lain. Karena ia paham kebencian itu adalah api dan bisa membakar jiwanya. Jika jiwanya terbakar, bagaimana ia bisa mendekati Tuhannya?"

Menurut Denny, beragama itu mudah. Yang sulit malah menjadi manusia.

Dalam kolomnya yang lain ia membahas tentang sedekah dan kurban. Ia kurang setuju akan pendapat untuk bersedekah agar menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Baginya itu seperti pedagang, membeli barang murah untuk kemudian dijual lagi. Padahal urusan mengharap pahala adalah urusan Tuhan. Lebih baik lagi apabila bersedekah itu hanya menyertakan niat ikhlas tanpa niat yang lain. Sama halnya dengan bersedekah, sebelum berkurban, alangkah lebih baik jika menolong orang di sekitar yang memerlukan. Jika ada tetangga atau saudara yang kesusahan, lebih baik menolong mereka terlebih dahulu, baru kemudian berniat untuk berkurban.

Topik lain yang menarik tentang Islam nusantara. Ada dua kolom khusus untuk topik ini. Bagi Denny, Islam nusantara bak antitesis dari Islam di Timur Tengah. Islam disampaikan dengan tutur bahasa yang lembut dan mencerdaskan. Banyak ulama Indonesia yang cerdas dan bijaksana. Mereka menyebarkan Islam dengan gaya masing-masing, yang ala filsuf, gaya masyarakat tradisional, ataupun dengan gaya bercerita dan sebagainya. Islam menjadi begitu menyejukkan. Inilah yang membuat Islam di Timur Tengah iri karena ketika negara mereka dilanda perang tanpa berkesudahan bak neraka, mereka melihat nusantara bak surga. 

Tak semua gagasannya aku setuju. Aku kurang menyukai pendapatnya akan poligami yang masih seperti pria lainnya, terlalu patrilianisme dan tidak memandang dari sisi perempuan.

Belum banyak pihak yang berani mengemukakan gagasannya akan isu yang ada di masyarakat tentang agama. Denny Siregar termasuk mereka yang tak ingin hanya ikut arus dan memberikan pendapatnya dengan pengetahuan agama yang dimilikinya.

Detail Buku:
Judul: Tuhan dalam Secangkir Kopi
Penulis : Denny Siregar
Penerbit: Noura, Grup Mizan
Genre : Kumpulan kolom, agama
Skor : 7.5/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar