Majalah Film Ala Komunitas Film

 


Sejak tahun 2016 aku dan kawan-kawan membuat majalah film. Waktu itu namanya Cinemania Indonesia. Aku dan kawan-kawan dengan serius santai membuatnya. Aku waktu itu kebagian rubrik film-film Indonesia sekitar 3-4 film perbulannya. Alhasil setiap minggu aku menyaksikan film Indonesia anyar untuk membuat ulasannya. Biayanya? Kadang-kadang dapat undangan gala premiere, tapi lebih banyak nonton bayar sendiri karena jamnya lebih bebas. 

Ada banyak hal menarik kutemui selama menjadi kontributor film Indonesia. Memang sih film Indonesia seolah-olah jadi nomor kedua di bioskop tanah air, jika ada film Hollywood bagus maka terpaksa film Indonesia mengalah hanya mendapat jatah layar sedikit. Demikian pula dengan penonton, jika filmnya bukan jenis film hits, maka film Indonesia minim penonton. Bahkan kadang-kadang tak sampai 10 penonton pada hari biasa ketika aku menonton film Indonesia. Agak sedih sih. Tapi untungnya jika filmnya beken jumlah penontonnya lumayan, hingga bisa sampai jutaan penonton. 

Nah sejak bulan Februari 2020, aku dan kawan-kawan menghidupkan lagi majalah film. Oh iya untuk Cinemania Indonesia kami sudah menyudahinya sekitar awal tahun 2017. Pengelolanya sudah mencar-mencar. Ada juga yang masih aktif di dunia ulasan film. Majalah film buatan kami dari komunitas film KOMiK bernama KO-Magz, singkatan dari KOMiK Magazine. 

Isinya umumnya ulasan film, baik film Indonesia maupun mancanegara. Ada film layar lebar, film pendek, hingga web series. Kami juga menampilkan opini-opini tentang perfilman. 

Kini sudah ada 16 volume majalah yang kami rilis. Entah bagaimana ke depannya karena kami tak dibayar untuk menyusunnya. Semua karena kecintaan kami terhadap film dan keinginannya untuk mendokumentasikannya. 

Kalian bisa membaca majalah film terbaru kami di sini: Ko-Magz Vol 6/2021- Edisi Nasib Bioskop Kini



Komentar

Postingan Populer