Catatan "1984" (1)
Novel 1984 ini adalah karya satir. Novel ini menyuguhkan gambaran kehidupan masyarakat totalitarian, setiap kata disadap, setiap gerak warga dipelajari, dan setiap pemikiran dikendalikan.
Meski buku ini ditulis akhir tahun 1940-an dan terinspirasi dari kondisi dunia saat itu di mana beberapa negara dihantui totaliterisme seperti di China dan Uni Soviet kala itu, beberapa hal dalam buku ini seperti meramalkan masa depan. Masih ada bagian yang relevan dengan kondisi saat ini di negeri ini.
Tokoh utama novel ini adalah Winston Smith, staf Kementerian Kebenaran. Kementerian ini mengurusi berita, hiburan, pendidikan, dan seni.
Pada masa tersebut ada tiga slogan partai: "Perang ialah damai; Kebebasan adalah perbudakan; dan Kebodohan adalah kekuatan".
Setiap warga merasa diawasi dengan adanya agen rahasia polisi pikiran, serta teleskrin yang bisa menangkap suara sekecil apapun dan menangkap gerak-gerik warga. Ini seperti kondisi saat ini ya dengan aplikasi yang setiap saat mengawasi kita.
Dalam novel juga dikisahkan sudah ada alat tulis ucap bernama speak-write seperti teknologi saat ini. Alhasil kegiatan menulis apalagi mencelup pena ke tinta sudah merupakan hal yang langka, bahkan termasuk kegiatan illegal.
Di tempat kerja Winston disebutkan hampir sepanjang waktu lift tak berjalan karena merupakan bagian dari lomba penghematan. Bahkan aliran listrik diputus saat siang. Ehem kok ini mirip dengan kondisi di negeri ini ya.
Entahlah ada berbagai hal dalam buku ini mirip dengan kondisi saat ini. Buku ini semacam ramalan masa depan yang jitu, tapi ya kok malah jadi seram ya.

Komentar
Posting Komentar